Hari ini aku melihat sosok itu lagi. Gadis kecil, berambut ikal, dengan mata indah dan senyum khas anak-anak. Tapi tidak seperti biasanya, hari ini aku melihat dia sedang melangkah gembira menuju seorang pedagang gorengan. Ternyata dia ingin jajan.. Ya itulah anak kecil, mungkin yang ada di pikiran mereka hanyalah bermain dan belanja.
Tidak seperti biasanya? Ya.. dia tidak seperti biasanya. Biasanya aku bertemu dengan gadis kecil itu di warung pinggir jalan. Warung kaki lima yang menjual pecel lele, pecel ayam dan aneka soto. Tidak hanya sekali aku bertemu dengannya di tempat itu, mungkin setiap aku makan di sana, aku selalu bertemu dengan gadis kecil itu. Gadis yang setia dengan botol aquanya, bernyanyi seadanya dan kemudian berharap ada pengunjung yang memberinya uang.
Sedih melihat kondisi seperti itu. Gadis kecil yang harusnya masih menikmati masa kecilnya, berada di rumah saat malam menjelang, tapi tidak bagi dirinya. Dia harus bekerja untuk mengumpulkan uang. Dan lebih parahnya, di ujung jalan, di depan sebuah mini market, ibunya menunggu. Ya.. hanya duduk santai, sementara anaknya harus bekerja, pindah dari satu warung ke warung lain dengan nyanyian yang sama.
Memang aku tak melihat raut sedih di wajah gadis kecil itu. Mungkin karena dia sudah terbiasa. Atau mungkin dia berusaha menikmati apa yang bisa dia lakukan. Entahlah.. aku tak bisa membaca pikirannya. Dan yang lebih tidak aku mengerti, apa yang ada di pikiran orang tuanya.

Recent Comments